News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Cara Berolahraga Sesuai Usia dari Edukasi Siloam Hospitals Surabaya

Kreator Jabar TV

Cara Berolahraga Sesuai Usia dari Edukasi Siloam Hospitals Surabaya

 


SURABAYA - Salah satu kunci utama guna menjaga agar tubuh tetap sehat dan bugar adalah berolahraga dengan cara yang tepat dan benar. Karenanya, pastikan Anda tidak sembarangan berolahraga. Lalu bagaimana cara agar berolahraga dilakukan dengan cara yang tepat ?

Dikatakan dokter spesialis bedah orthopedi dari Siloam Hospitals Surabaya, dr. Teddy Hari Wardhana SpOT., ketika berolahraga, ada empat unsur yang harus diperhatikan, yaitu tingkatan atau ukuran berolahraga (intensitas), beban latihan (training load) , gerakan tubuh (biomekanik) dan nutrisi. Pun keempat unsur ini pun disesuaikan dengan usia. 

"Dalam berolahraga, seyogyanya dimonitor dengan “targeted heart rate“ yang merupakan rekomendasi yang dikeluarkan oleh 'The American Heart Association". Bahwasannya berolahraga insensitas moderate atau sedang mencapai 50 hingga 70 persen dari 'heart rate'. Sedangkan olahraga intensitas kuat seperti bagi olahragawan atau atlet, yang baik di jarak  70 hingga 85 persen heart rate. Sejumlah unsur ini pun harus disesuaikan dengan usia yang berkorelasi pada pola makan," tutur dr. Teddy Hari Wardhana SpOT., melalui webinar edukasi pada aplikasi Zoom, Kamis (18/11/2021) yang digelar oleh Siloam Hospitals Surabaya. 


Teddy menyarankan, berolahraga  dimulai pada rentang usia 5 hingga usia 17 tahun untuk meningkatkan kemampuan kardiorespirasi, metabolisme tubuh, kemampuan otot serta  dapat menjaga dan meningkatkan kualitas tulang. 


"Misalnya berolahraga fitness atau aerobik," imbuh Teddy mencontohkan. 


Adapun untuk rentan usia 18 hingga 64 tahun atau dewasa hendaknya mengakumulasikan kegiatan berolahraga minimal 150 menit aerobic yang moderat sampai 300 menit setiap minggu dengan penguatan otot yang  dapat dilakukan dengan melibatkan otot otot besar dalam 2 hari perminggu.


"Sedangkan pada usia 65 tahun keatas, minimal 75 menit per minggu melakukan aerobic ringan dalam durasi 10 menit. Pada kondisi tertentu manula tetap disarankan melakukan aktifitas gerak sesuai rekomendasi dokter," tutur Teddy Hari Wardhana mengingatkan. 


*Nutrisi Ideal Bagi Olahragawan dan Pahami Potensi Cidera*


Selain berolahraga dengan cara yang tepat menyesuaikan usia, dokter spesialis bedah orthopedi dari Siloam Hospitals Surabaya, dr. Teddy Hari Wardhana SpOT., turut merekomendasikan agar mengkonsumsi makan bernutrisi. Misalnya bagi yang rutin berolahraga membutuhkan lebih banyak kalori dan makronutrien, untuk menjaga kekuatan dan energi supaya selalu pada tingkat optimal.


"Sebaiknya menjaga pola makan dan asupan nutrisi penting diperhatikan menjelang berolahraga pun paska berolahraga. Paling tidak dapat memperkirakan kalori pada setiap asupan makanan yang dikonsumsi dan tentu menjaga kecukupan nutrisi," ungkap dokter Teddy, di sela sesi tanya jawab.


Sementara itu pada sesi penutup edukasinya yang bertajuk "Hidup Sehat Dengan Olahraga Yang Benar",  dr Teddy Hari Wardhana SpOT, Dokter Spesialis Bedah Orthopedi di Rumah Sakit yang berlokasi di bilangan Gubeng, Kota Surabaya tersebut turut mengingatkan resiko cidera saat berolahraga. 


"Misalnya resiko cedera pada tungkai bawah saat berlari atau bersepeda. Atau potensi serangan jantung jika terlalu memaksakan diri yang tidak sesuai kapasitas tubuh," pungkas Teddy Hari Wardhana. (mar/rls)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.