News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

GUS MUHAIMIN DAN FORUM DOA BERSAMA ULAMA HABAIB DI SURABAYA.

GUS MUHAIMIN DAN FORUM DOA BERSAMA ULAMA HABAIB DI SURABAYA.

 


Oleh. : H. Adlan Daie.

Penulis buku "Potret politik Gus Muhaimin".


Pilihan Gus Muhaimin menggelar doa bersama 1500 Ulama dan Habaib se Jawa Timur untuk perdamaian dunia di kota Surabaya Jawa Timur pada hari Ahad (22/5/2022) dari sudut pandang penulis mengirim pesan bahwa dulu tahun1926 dari Surabaya lahir Jam iyah Nahdlatul Ulama (NU). Di Surabaya ini pula tahun 1945 lahir "resolusi jihad" dipimpin KH Hasyim Asy 'ary, Rois Akbar NU. Kelak menjadi akar historis ditetapkan Hari Santri Nasional (HSN) berdasarkan Keppres no 22 tahun 2015 tentang HSN. Sebuah kemenangan perjuangan politik santi yang dipelopori.PKB dibawah kepemimpinan Gus Muhaimin.



Dalam konteks itulah acara doa bersama Ulama dan Habaib se Jawa Timur di Surabaya dengan tema besar "untuk perdamaian dunia" yang digagas Gus Muhaimin di atas mendapatkan pertalian dan titik sambung historis tentang perjalanan sejarah pengabdian NU. Dengan kata lain, melalui forum doa bersama Ulama dan Habaib untuk perdamaian dunia Gus Muhaimin hendak menegaskan bahwa NU dalam setiap lintasan sejarah pengabidiannya tidak boleh berhenti dan lelah berkontribusi pada kehidupan bangsa, negara dan perdamaian dunia terlebih saat ini di tengah ancaman kemanusian akibat residu pandemi covid 19 dan perang Rusia Ukraina.



Tentu sebagai ketua umum PKB, partai politik "ahli waris tunggal" ideologis NU acara gelar.doa bersama yang di gagas Gus Muhaimin di atas tidak luput dari dimensi tafsir politik. Sejumlah pengamat politik mungkin meletakkan tafsirnya bahwa itu cara Gus Muhaimin mengukuhkan dominasi politik nya di simpul simpul kekuatan struktural dan kultural NU di Jawa Timur, pusat basis terkuat  NU dan PKB di Indonesia. Tafsir politik di atas dapat dimaklumi  jika dibaca dari sejumlah Ulama dan Habaib yang hadir di.acara doa bersama untuk perdamaian dunia di atas, yakni para pengurus NU struktural,  tokoh NU kultural pengasuh pesantren, para Habaib dan para akademisi kader NU.



Para Ulama dan Habaib yang hadir  di acara tersebut - untuk menyebut sebagian  yang cukup masyhur -  adalah KH. Marzuki Mustamar, ketua PWNU Jatim, pengasuh pesanrren "Sabilur rosyad" (Malang), KH. Ali Mashuri (Sidoarjo), KH. Nurul Huda Jazuli (Ploso), KH. Kafabih Mahrus (Lrboyo), KH. Chalil As ad Samsul Arifin (Situbondo), Gus Salam Sohib (Jombang), Gus Kautsar (Ploso), Habib Alwi bin idrus  ( Madura), Habib Ali Zaenal (Bondowoso)  dan para tokoh akademisi dari kader NU Jatim seperti Prof Dr. KH. Ali Maschan Musa dan Prof Dr. KH. Nur syam, MA. (jpnn com,. 21/5/2022).



Penulis sedikit memberi catatan singkat atas gelaran forum "doa bersama Ulama dan Habaib" yang di gagas Gus Muhaimin di atas selain pesan pertalian historis perjalanan sejarah pengabdian NU di mulai dari Surabaya, yaitu :.



Pertama, acara tersebut memang sulit dihindarkan dari misi politik Gus Muhaimin, ketua umum PKB. Tapi dilihat dari desain acaranya tentu ini bagian dari cara canggih  Gus Muhaimin mampu menghimpun  para Uama struktural dan kultural  NU, para Habaib dan akademisi NU dalam satu tarikan nafas gelaran doa bersama untuk perdamaian dunia. Inilah cara NU ala Gus Muhaimin untuk konsolidasi politik PKB di akar struktural dan kultural NU melalui tema tanggung jawab sejarah NU untuk oerdamaian dunia tanpa "berkampanye" terbuka untuk PKB dan pencapresannya di saat relasi PKB dan PBNU dipersepsi publik tidak harmonis.



Kedua, kemampuan Gus Muhaimin mengambil jalan konsolidasi politik berbasis tradisi NU, yakni Doa bersama tidak lepas.dari gabungan kekuatan "trah"nya sebagai cicit pendiri NU,  ketrampilan politik dan pengalamannya yang panjang dalam arus dinamina infrasturktur politik dan supra struktur politik negara. Maka, jika pola konsolidasi ala Gus Muhaimin ini mampu di injeksikan di daerah daerah lain minimal di pulau Jawa tentu gerakan nahdliyyin bersatu (GNB) untuk PKB akan.bertemu dalam satu titik dengan gerakan konsolidasi struktrual PKB. Di titik temu inilah PKB kelak sulit dibendung untuk mendapatkan limpahan elektoral minimal 15% dalam kontestasi pemilu 2024.



Karena itu, PKB tidak perlu risau dengan framing sistemik media yang bertubi tubi hendak memisahkan PKB dan Muhaimin dari akar rumput NU, konstituen PKB. Gelaran doa bersama Ulama dan Habaib ini  adalah cara Gus Muhaimin menyambungkan perjuangan PKB ke "langit" dan sekaligus mengukuhkan PKB di level struktural.dan kultural NU secara elegan dan bermagnit elektoral tanpa perlu masuk ke ruang ruang strukrural NU secara formal.yang saat ini."dijaga ketat" oleh PBNU tapi.lunak dan ramah untuk  masuknya anasir anasir politik non PKB.



Wallahu a'lamu bish showab.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.