News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

H. MARJUKI, PELUANG DAN TANTANGAN PARTAI GOLKAR KAB BEKASI

H. MARJUKI, PELUANG DAN TANTANGAN PARTAI GOLKAR KAB BEKASI




Oleh. : H. Adlan.Daie.

Pemerhati politik.dan sosial.keagamaan.


H. Marjuki, pengusaha putera Madura dan (mantan) Bupati Bekasi dalam periode jabatan relatif singkat (2021 2022) resmi terpilih menjadi lokomotif baru ketua DPD partai Golkar kab Bekasi periode 2022 - 2027 melalui Musyawarah Luar Biasa ( Musdalub) partai Golkar kab Bekasi di gedung sekretariat partai Golkar Jawa Barat, kota Bandung ( Rabu, 14 September 2022).

Tantangan H. Marjuki tiga event politik sekaligus pada tahun 2024. Dua event politik nasional, yakni pileg dan pilpres dan satu even politik lokal, yakni pilkada kab Bekasi. Tantangan pileg di mana partai Golkar kab Bekasi pada pileg 2019 meraih 7 kursi harus ditarik ke atas minimal menjadi 12 kursi pada pileg 2024 menyamai perolehan kursi partai Golkar kab Bekasi pada pileg 2004 (20 tahun silam lalu) untuk melapangkan jalan politik H. marjuki  mengikuti kontestasi pilkada kab Bekasi tahun 2024.

Partai Golkar yang kini dipimoin H. marjuki di kab Bekasi dalam konteks nasional sebagaimana dikonstruksi oleh Dr. Amir Santoso dan Dr. Riswanda Himawan adalah partai  berwatak "melting pot party" di mana ragam pemilih dari rumpun santri, abangan, kaum milenial, petani, birokrat, teknokrat dan para  habaib relatif tertampung di dalamnya.

Dengan kata lain dari anasir politik yang agak "kanan" hingga agak "kiri" relatif terakomudasi tanpa resisten secara keras dari sisi ideologi politik. Partai Golkar sulit di stigma "sekuler" dan "anti agama" dan pada saat yang sama mustahil dituding "anti pancasila" dan "anti kebhinnekaan".

Dalam peta konfigurasi pemilih di Indonesia partai Golkar di titik "tengah nasionalis" berebut sebesar 68% pemilih nasionalis secara kompetitif dengan partai partai nasionalis lainnya seperti PDIP, Gerindra dan Demokrat. Sisanya sebesar 32% relatif bersifat pemilih ideologis representasi agama yang tersebar di PKB, PKS, PAN, PPP dan PBB. Basis pemilih ideologis ini sulit berpindah kecuali sangat sedikit hasilnya dengan ongkos yang sangat mahal.

Karena itu H. Marjuki dengan latar belakang pengurus struktural NU di Jawa Barat dan pernah memimpin NU di kab Karawang dalam konteks kepemimpinannya di partai Golkar kab Bekasi harus mentransformasi diri dari "fully santri" bergeser ke titik tengah "religius nasionalis" untuk mengadaptasi gestur politik partai Golkar yang dipimpinnya.

Cara pandang dan gestur politik di atas itulah dengan kerja politik terukur berbasis survey elektoral politik yang akan membuka kemungkinan jalan bagi H. marjuki untuk memenuhi target 12 kursi partai Golkar di kab Bekasi 2024 dan selanjutnya menuju puncak kontestasi pilkada kab Bekasi 2024.

Selamat berjuang.

Wassalam.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.